Tafsir Basmallah



بسم الله

Tafsir: Aku memulai dengan Nama Allah dan menyebutNya sebelum melakukan segala sesuatu, karena mengharapkan pertolonganNya alam setiap perkara karena Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

الرحمن الرحيم

Tafsir: ( الرحمن ) merupakannama dan sekaligus sifat Allah,artinya Yang memiliki rahmat yang luas sehingga rahmat Allah meliputi segalanya. Dia memberikan rahmatNya kepada semua hamba-hambaNya, baik mu’min dan kafir, sampai binatang yang melatapun rahmat Allah terbagi, karena rahmatNya meliputi segalanya. Sementara ( الرحيم )merupakan sifat Allah yang hanya khusus bagi orang-orang yang beriman kepadaNya.

Kalimat ( الرحمن )tidak boleh dinisbatkan kepada selain Allah, dan tidak boleh menyebut atau memberi nama anak dengan kalimat ( الرحمن ), kecuali diawali dengan kalimat (  عبد ).  Adapun kalimat ( الرحيم ), maka seseorang boleh memberikan nama tersebut kepada selain Allah.

Alasan: Larangan tidak boleh memberikan nama selain Allah سبحان وتعالى dengan lafadz ( الرحمن )berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

1.      Surat Az-Zukhruf : 45

أجعلنا من دون الرحمن ءالهة يعبدون

Artinya : “Adakah kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah yang Maha Pemurah?”

Dari sini diketahui, bahwa lafadz ( الرحمن ) merupakan lafadz khusus bagi Allah, karena hanya Dialah yang patut disembah dan di ibadahi bukan selainNya.

2. Surat Al-Isro : 110

قل ادعوا الله أو ادعوا الرحمن ، أيا ما تدعوا فله الأسماء الحسنى

Artinya:  Katakanlah: “Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman”.

Dari sini pula kita ketahui bahwa hanya kepada Allah kita berdo’a, dan tidak berdo’a kepada selain Allah. Jadi jelaslah bahwa larangan menggunakan lafadz ( الرحمن ) untuk selain Allah.

Adapun dibolehkannya memakai lafadz ( الرحيم ) berdasarkan firman Allah سبحان وتعالى dalam surat At-Taubah : 128 sebagai berikut :

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم…

Artinya : Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Ayat diatas menjelaskan tentang sifat Rasululloh yaitu ( رحيم ), oleh karena Rasul adalah makhluk, maka lafadz tersebut boleh digunakan untuk selain Allah/memberi nama seseorang dengan nama tersebut.

Khilaf (Perselisihan) para ulama mengenai Basmalah:

Apakah basmalah termasuk ayat dari surat al-fatihah?

Jawab :Para ulama berpeda pendapat dalam masalah ini menjadi tiga pendapat sebagai berikut:

  • Pendapat pertama: Mengatakan bahwa basmalah termasuk ayat dari surat al-fatihah, diantara ulama yag berpendapat demikian adalah Imam Syafi’I, berdasarkakan dalil-dalil antara lain :

a) Hadits Anas bin Malik – Rodiyallahu ‘anhu – bahwa dia ditanya tentang bacaan Rasululloh Shollallhu ‘alaihi wasallam, maka Anas menjawab : Rasululloh Shollallhu ‘alaihi wasallam bacaannya panjang . . . .kemudian beliau Shollallhu ‘alaihi wasallam membaca ( بسم الله الرحمن الرحيم ) dst.

b) Hadits Abu Hurairoh – Rodiyallahu ‘anhu –  bahwa dia berkata: “Apabila kalian membaca Al-Fatihah, maka bacalah ( بسم الله الرحمن الرحيم ), sesungguhnya Al-Fatihah adalah induk Al-qur’an dan 7 ayat yang diulang-ulang dan ( بسم الله الرحمن الرحيم ) adalah salah satu ayatnya.

c) Hadits Ibnu ‘Abbas – Rodiyallahu ‘anhu – bahwa Rasululloh Shollallhu ‘alaihi wasallam memulai sholatnya dengan ( بسم الله الرحمن الرحيم ).

  • Pendapat Kedua: Mengatakan bahwa basmalah bukanlah ayat dari Al-Fatihah ataupun ayat dari Al-qur’an, akan tetapi basmalah hanya merupakan ucapan untuk meminta keberkahan. Pendapat ini diikuti oleh madzhab Maliki, dengan dalil-dalil antara lain sebagai berikut:

a) Hadit ‘Aisyah (semoga Allah meridhoinya) dia berkata: Rasululloh Shollallhu ‘alaihi wasallam memulai sholatnya dengan takbir, dan memulai bacaannya dengan ( الحمد لله رب العالمين  ).

b) Hadits Anas bin Malik – Rodiyallahu ‘anhu –  dia berkata : Aku pernah sholat dibelakang Nabi Shollallhu ‘alaihi wasallam, Abu bakar, Umar, dan utsman, mereka memulai bacaannya dengan (الحمد لله رب العالمين  ).

  • Pendapat Ketiga: Mengatakan bahwa basmalah adalah ayat Al-qur’an akan tetapi bukan ayat dari surat Al-Fatihah, pendapat ini dipegang oleh madzhab Hanafiyyah berdasarkan dalil-dalil, antara lain :

a) Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa basmalah tidak dibaca keras dalam sholat diantaranya hadits Anas bin Malik diatas (pendapat kedua).

b) Riwayat dari para sahabat bahwa mereka mengatakan: Dahulu kami tidak mengetahui akhir dari setiap surat dari Al-qur’an sampai turun ( بسم الله الرحمن الرحيم ).

Pendapat Yang Kuat: Dari ketiga pendapat diatas, maka pendapat yang tengah-tengah adalah pendapat yang ketiga, dimana basmalah terdapat dalam surat An-Naml ayat : 53. Wallahu a’lam bis showaab….

Abu Nabil_CeRiNaLa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s