Cecep

Terlahir di Jakarta sebagai seorang anak dari orang tua biasa dan hanya mengenyam pendidikan SR (Sekolah Rakyat), namun di gembleng dengan kasih sayang yang penuh khususnya dalam masalah pendidikan agama. Mereka memberiku nama Cecep Supriyadi. Mungkin akan terbersit oleh seseorang sebagai seorang dalang, tapi biar bagaimanapun mereka berdua sangat menginginkan anaknya menjadi anak sholih terlepas namanya tidak berbau arab.

Mengenyam pendidikan umum mulai dari SD, SMP, STM (Sekarang SMK) kemudian karena keterbatasan dana, pasca STM tidak lagi melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sesuai jurusan. Karena keinginan belajar yang begitu kuat, akhirnya coba ikut belajar di salah satu lembaga milik pemerintah yang mengajarkan bahasa arab. Dengan modal pelajaran bahasa arab pas-pasan yang pernah di pelajari ketika SMP di madrasah dekat rumah, Alhamdulillah keterima juga belajar di lembaga ini dengan langsung level II.

Setelah beberapa bulan belajar di lembaga ini, nekat nyoba uji kemampuan ikut tes masuk LIPIA – (sebuah lembaga pengajaran bahasa arab dan ilmu keislaman milik pemerintah Saudi di Indonesia) – hasilnya sudah bisa di duga GATOT alias GAgal TOTal. Maka tetaplah melanjutkan belajar di lembaga milik pemerintahan yang di sebut diatas. Setelah setahun berlalu dari gagal ujian di LIPIA, akhirnya nyoba untuk ke 2 kalinya dan menuai hasil yang sama, hanya saja pada ujian kedua ini sedikit lebih beruntung bisa lolos ujian tulis meskipun gagal di ujian lisan.

Karena masih penasaran dengan LIPIA, tahun berikutnya kembali adu nyali dengan ikut tes masuk ma’had yang banyak di gemari para ikhwah ini – karena gratis dan di bayar belajarnya – dan hasilnya sangat tidak di duga ternyata Allah tidak menyia-nyiakan kegagalan 2 kali ujian masuk sebelumnya dengan menganugerahkan hadiah berupa di terima di LIPIA pada ujian masuk di tahun ke 3 setelah sebelumnya gagal.

Berjalanlah proses belajar di ma’had milik Saudi Arabia ini dengan mengenyam pelajaran yang lumayan lama sampai 7 tahun (soalnya dari persiapan bahasa/I’dad lughowi). Banyak manfaat yang diambil dari belajar di ma’had ini khususnya ketika semester 7 dan 8 Syar’iah bertemu dengan dosen Ushul Fiqh yang tak pernah tersenyum tapi amat mumpuni dalam menerangkan Ushul Fiqh sehingga sedikit banyaknya mempengaruhi kafa’ah ilmiyyah yang sedikit di miliki.

Alhamdulillah kini tetap menjadi seorang penuntut ilmu yang berusaha untuk tidak pernah merasa cukup dengan sedikit ilmu yang di miliki, karena hakikatnya diatas orang yang berilmu ada lagi yang lebih ‘alim….

Dan Alhamdulillah pula sejak semester 4 di Jurusan Syari’ah LIPIA sudah menikah sehingga kini telah di amanahi mendidik 3 orang yang di harapkan menjadi Reformer Muslim yang ‘alim dan mumpuni dalam ilmu Syari’at dan ilmu yang mendukung kemajuan Islam dan kaum muslimin..semoga cita itu menjadi kenyataan. Allahumma aamiin….

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s